Aku Naga ganteng yang ingin bebas! Ayah terus saja menuntutku berprestasi di klub bola. Padahal, aku benci olahraga dan lebih suka memasak. Andai saja aku bisa membelah diri. Boom! Dikabulkan! Tidak masuk akal, bagaimana bisa ada aku dari dimensi lain? Seorang pangeran bernama Bima datang untuk menggantikanku dalam urusan sepak bola. Dia begitu songong dan menyebalkan! Walau begitu, kini …
Barang siapa di antara kita yang dibelit kedendaman, selain menghancurkan kebahagiaan kita, menghancurkan pikiran kita dan akhlak kita. Dendam juga akan mengcurkan dunia dan akhirat kita, maka balaslah keburukan orang lain itu dengan kebaikan. Kekuatan dan keindahan pribadi seseorang terletak pada keikhlasannya. Marilah kita nikmati hidup ini agar tidak pernah terbelenggu oleh pujian, pengha…
Sungguh musibah terbesar bukanlah kehilangan harta benda ataupun kemiskinan, bukan pula kehilangan popularitas dan kasih sayang manusia. Musibah terbesar itu ketika kita jauh dari Allah. Adakah yang bisa membahagiakan hati kita selain belaian hidayah dan karunia Allah? Adakah yang bisa menjamin masa depan kita dan menjadikan hidup kita lebih bermakna selain Allah? Tidak, hanya Allah Saja.
“Setiap jengkal dalam hidup kita hanya berkisah tentang kehilangan. Tak pantas jika kita takut saat menghadapi kehilangan.” Daisy, gadis pemilik senyum yang sahaja itu merasa dipecundangi oleh hidupnya. Ia begitu jengah dengan rasa kehilangan. Hingga Danar, lelaki asing yang entah mengapa terasa begitu akrab, mengajarinya tentang makna lain sebuah kehilangan.
Dengan gaya bahasa yang ringan dan lancar, cerpen-cerpen Satmoko mampu menyajikan berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya ke dunia cerita secara menarik dan memunculkan kesadaran reflektif pada pembaca. Cerpen-cerpen “Di Persimpangan di Perbatasan”, “Ke Kota”, “Kota Abu”, dan “Angkringan Pandemi” mampu menggambarkan tokoh-tokoh yang kalah dan dikalahkan oleh keadaan yang m…