Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra 1958 kepada Boris Pasternak memberi perhatian yang tidak biasa kepada novel hebat Pasternak, Dr. Zhivago, dan sekumpulan kecil karyanya yang lain, salah satunya adalah kumpulan cerpennya yang berjudul Jalan Udara. Jalan Udara menampilkan gaya dan struktur kompleks yang berdasar kepada citra istimewa dan perpindahan dimensi temporal dan spasial. Fitur-fitur …
Kita terjebak di toko pakaian yang menutup dirinya ketika semua orang telanjang
Samudra Kearifan Warisan Leluhur Nusantara Kebudayaan-kebudayaan suku di Nusantara mewariskan kepada kita banyak local genius yang adiluhung. Salah satu wujudnya adalah peribahasa, pantun, dan ungkapan-ungkapan daerah yang memuat nilai-nilai etika, moralitas, dan filosofi dengan mutu yang sangat tinggi. Ia berbentuk aforisme yang sebagian besar berima dan dan secara umum mengutarakan maksudnya …
Generasi sahabat adalah generasi yang paling beruntung. Sebab, mereka hidup pada masa turunnya al-Qur’an, melihat langsung perilaku Nabi Saw, dan mendengar sabdanya. Dari situ, kita percaya bahwa sahabat adalah kelompok yang paling mengerti makna al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan sebagian ulama menjadikan pendapat para sahabat (qaul ash-shahabi) sebagai salah satu sumber hukum Islam (mashadir al…
Tidak sah menyebut nama Rusia, bila tidak menyebut sebuah nama besar yang sangat dikagumi dan disegani. Leo Tolstoy, sebuah nama yang disejajarkan dengan Tsar, bahkan dengan Gereja Katolik. Tak bosan-bosannya Tolstoy mengeksplorasi, mengolah, dan menyuarakan cinta bagi seluruh umat manusia. Sebuah buku klasik dari salah satu sastrawan dunia yang terlalu berharga untuk dilewatkan.
Selain dikenal sebagai dramawan dan penyair, Bertolt Brecht adalah penulis prosa khususnya cerita fiksi. Volume pertama yang diterbitkan saat dia kembali ke Jerman pada tahun 1949 adalah sebuah kumpulan cerita pendek, anekdot prosa, dan puisi naratif berjudul Tales from the Calendar. Setelah pengasingan yang pahit selama enam belas tahun, Brecht memilih memperkenalkan kembali dirinya kepada kha…
Buku ini memuat 12 cerpen Lu Hsun yang merupakan kumpulan cerpen terpilihnya yang pertama. Dua di antaranya merupakan cerpen besar, yaitu Kisah Nyata tentang Ah Q dan Catatan Harian si Gila. Kisah-kisah di dalamnya dengan jelas memperlihatkan teknik penulisan kreatif yang seluruhnya beraliran realisme kritis, sebuah metode yang tak bisa dipisahkan dengan pandangannya yang tegas tentang antiimpe…