Hester Prynne hamil dan melahirkan, padahal sudah dua tahun dia terpisah dari suaminya. Boston heboh. Tak terbayangkan, seorang istri yang harusnya bersikap layak dan terhormat malah melahirkan anak haram. Sebuah aib besar bagi masyarakat Puritan Boston abad ke-17. Penduduk kota menghukumnya dengan mengalungkan huruf A merah besar yang berarti adultery (perzinaan) dan mengadilinya di depan u…
Apa yang ditulis Danarto, kian menegaskan keyakinan, betapa sastra ditulis memang untuk membuat manusia kian mengenali seluruh potensi kemanusiaannya. Bahkan, sebagaimana kata Albert Camus, ia adalah sumbangan bagi berlangsungnya peradaban di masa depan. Rasanya, tak berlebih, semua itu disematkan pada kumpulan cerpen Danarto ini. Cerpen-cerpen Danarto, cenderung menghadirkan hal yang non-re…
Ini adalah kisah yang menawarkan keharuan karena cinta. Namun ini bukan keharuan cinta segitiga, segiempat, atau segilima yang seringkali memojokkan kita pada sekadar aksi rebutan perasaan antara laki-laki dan sejumlah perempuan - ataupun sebaliknya. Inilah keharuan yang kita butuhkan untuk menyemai cinta agar tumbuh sebagai pohon surga - tempat para bidadarinya mengukir senyum memesona. Inilah…
Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Tapi di Negeri di Ujung Tan…
Mia Adrian adalah murid pindahan dari sebuah SMA di Surabaya ke Jakarta. Di sekolah barunya, ia bertemu kembali dengan musuh bebuyutannya sejak SD, Grey Mahaka. White Mahaka, kakak tiri Grey Mahaka, adalah cowok jago kendo, pemurung, dan putus asa. Ia belum bisa mengatasi trauma dari kekasihnya yang meninggal bunuh diri akibat sering dirisak temannya. Suatu hari, ia bertemu Mia yang sedang d…
Penghargaan kita atas hak-hak kemanusiaan perempuan sejatinya adalah penghormatan kita atas hak-hak kita sendiri, karena “dia adalah aku”. Betapa indahnya bila semakin banyak perempuan santri yang menulis dengan perspektif seperti dalam novel Cinta dalam Mimpi ini. Semoga sukses dan berkah. K.H. Husein Muhammad, pengasuh Ponpes Dar Al-Fikr Arjawinangun Cirebon Karya-karya Muyass terma…