PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

NPP: 3371011L1000001

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Alang : Hidup tak pernah memberi bahu untuk bersandar
Penanda Bagikan

Text

Alang : Hidup tak pernah memberi bahu untuk bersandar

Desi ; Puspitasari - Nama Orang;

Kisah perjuangan menggapai impian memang selalu menginspirasi, salah satunya yang disajikan dalam novel “Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu untuk Bersandar”. Cerita berpusat pada Alang, tokoh utama yang bercita-cita menjadi seorang seniman. Meskipun mimpinya tersebut ditentang keras oleh orang tuanya yang menilai cita-cita Alang terlalu mahal dan profesi seniman itu tidak jelas, Alang tidak pernah menyerah. Selain cerita perjuangan, banyak terselip quotes atau kata-kata bijak tentang kehidupan dalam novel ini, menjadikan “Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu untuk Bersandar” sebagai cerita yang kian inspiratif. “Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu untuk Bersandar” bukan hanya novel sebagai sarana hiburan, namun juga mampu menggugah pembaca lewat hikmah dan pesan yang disampaikan oleh penulis melalui novel ini. Sinopsis Buku Jalan seni memang terjal. Meski berbekal tekad yang kuat dan kerja keras, Alang masih terseok-seok untuk menggapai mimpi sebagai musisi. Bapaknya bukanlah tipe penuntut, tapi ia menginginkan anaknya memiliki cita-cita yang membuat hidupnya lebih sejahtera dibanding kehidupannya sekarang. Bapaknya hanyalah seorang tukang becak dan ibunya berjualan sayur di pasar pagi. Hobi dan cita-cita Alang dianggap Bapak sangat mahal dan tidak menjanjikan. Ada banyak kasus di kampungnya yang memberi contoh bahwa pekerja dan penikmat seni hanyalah pekerjaan tak jelas. Seni tak hanya membuat mereka melarat karena tak bisa memberi penghasilan yang layak, seni bahkan dapat membuat mereka bermasa depan suram hingga generasi berikutnya.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
00000003186
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Jakarta : Republika,., 2016
Deskripsi Fisik
235 hlm ; 13,5 x 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786029474091
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
psikologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01 Telepone (029)369256

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?