PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

NPP: 3371011L1000001

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sandyakala Mataram : Sirnanya Impian Sang Khalifatulla Tanah Jawa
Penanda Bagikan

Text

Sandyakala Mataram : Sirnanya Impian Sang Khalifatulla Tanah Jawa

E.R. Asura - Nama Orang;

Pemimpin tidak lahir tapi dibuatditempa seperti keris pusaka dalam api dan penderitaan. Demikianlah dengan Pangeran Diponegoro. Sosok kepemimpinan diasah dengan pengalaman pahit dari masa kecilnya di Tegalrejo dan persentuhan dengan rakyat kebanyakan. Jauh sebelum istilah blusukan menjadi keren pada era Gubernur DKI, Jokowi, Diponegoro sudah memberi contoh dari seorang pemimpin yang sangat merakyat. Novel ini dengan runtut dan rinci berhasil memakai fakta sejarah dan imajinasi pengarang untuk mengungkap rahasia tokoh yang penuh teka-teki dan karisma itu. Salut kepada Saudara E. Rokajat Asurauntuk suatu roman yang sangat berhasil. Jarang ada seorang novelis dan pengamat sejarah yang begitu tajam.
Salut pada Kang Enang, yang begitu intens menulis novel ini, mengajak kembali ke masa ratusan tahun lalu, namun serasa dekat sehingga saya merasakan kekalutan dan beratnya hidup. Hormat saya beribu kali lipat atas perjuangan Pangeran Diponegoro. Dia lahir dari kepedihan dan tanggung jawab akan nasib rakyatnya. Buku ini wajib dibaca oleh para pemimpin bangsa di tanah air ini, agar memahami arti sebuah kepemimpinan.
Penyerbuan Keraton Ngayogyakarto oleh pasukan Inggris tidak sebatas mempermalukan Kanjeng Sultan ke titik nadir, tapi semakin memperteguh keyakinan Pangeran Diponegoro bila keraton telah kehilangan kekuatan gaibnya, seperti yang pernah dialami leluhurnya Sultan Amangkurat. Musababnya tak lain raja yang tidak adil, ulama yang tidak bisa dipercaya dan hakim yang telah luntur kejujurannya.

Penghinaan dan perampokan keraton luar biasa itu pun menyisakan duka yang tak mudah diobati, tentang tercerabutnya adat istiadat keraton digantikan tradisi Eropa, pengaruh ini mengalir deras ke dalam kehidupan rakyat jelata yang tengah terjepit, madat dan judi menjadi pelarian mereka yang frustrasi. Tidak ada cara lain untuk menenteramkan bumi Mataram kecuali munculnya seorang raja yang adil, ulama yang kembali dipercaya dan hakim yang jujur. Impian itu mengkristal tentang akan munculnya sosok Ratu Adil. Pandangan pun mengarah kepada Pangeran Diponegoro, sehingga semakin menjauhlah kaki sang pangeran dari hiruk-pikuk keraton.

Dalam masa ini pemberontakan semakin masif, dari yang mengatasnamakan Ratu Adil sampai yang mencari kesempatan untuk memperkaya diri sendiri. Bau amis darah itu semakin menyengat tercium saat keraton menjadi panggung pertunjukan bagaimana keserakahan berbalut asmara dipertontonkan. Dua kali pergantian raja sama sekali tak menunjukkan perubahan, sebab rata-rata yang muncul adalah seorang raja, bukan seorang raja sekaligus panetep agama. Bukan seorang wali wudhar! Langkah Pangeran Diponegoro telah ditetapkanmenyebarkan benih ke segala lapisan sambil menunggu kapan gong dibunyikan.


Ketersediaan
#
location_name 813
00000000265
Tersedia - item_status_name
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 ASU s
Penerbit
Depok : Imania The Limo Residence Blok D/9,., 2014
Deskripsi Fisik
379 hlm ; 20,5 x 13,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786027926103
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Fiksi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01 Telepone (029)369256

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?