Text
Kuil Bawah Laut / Saifa Abidillah
Mungkin di seberang, di laut lepas itu sebuah kuil telah raib,
dan kita terus bertanya-tanya
Apakah di laut, di pulau yang karam itu
sebuah rahasia mulai tak terdengar
dan gemanya, tak lagi memanggil-manggil nama kita?
Puisi-puisi dalam buku ini menyoal diri yang tak selesai: eksistensi yang tercerai berai, kekalahan dan perlawan dalam hidup yang kebak oleh nasib buruk. Ia mengajak manusia untuk menengok sisi lain dari kesialan, untuk sedikit demi sedikit merapatkan kembali diri yang terbelah.
Saifa Abidillah
Pengantar
Kumpulan puisi ini adalah karya Saifa Abidillah, seorang penyair yang tumbuh di Komunitas Kutub Yogyakarta, dan nyantri di Pondok Pesantren Maulana Rumi. Beberapa tulisan sempat masuk di koran lokal dan nasional. Hal-hal biasa yang sempat ia kerjakan adalah mengitu ritual antologi bersama: Bersepeda ke Bulan (2014), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III (2015), Nun (2015), Negeri Laut (2015), Ketam Ladam Rumah Ingatan (2016), Pasic Karam (2016), dan Pesisiran (2019).
Tidak tersedia versi lain