PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

NPP: 3371011L1000001

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kisah 1001 Malam Jilid 7 / Abu Abdullah Muhammad Al-Jihsiari
Penanda Bagikan

Text

Kisah 1001 Malam Jilid 7 / Abu Abdullah Muhammad Al-Jihsiari

Abu Abdullah Muhammad ; Al- Jihsiari - Nama Orang;

Pada zaman Khalifah Harun ar-Rasyid, seluruh jin di dunia ini tunduk kepada seekor Raja Diraja Jin yang berkuasa di kepulauan Waq Waq. Ia punya anak cantik bernama Putri Manar Sana. Nah, putri ini dinikahi oleh seorang manusia pengrajin emas, Hasan ash-Sha’igh al-Bashri. Petualangan lelaki asal Basrah itu dalam menjerat hati sang pujaannya, badai yang menerpa biduk rumah tangganya, serta penaklukannya terhadap Kerajaan Waq Waq yang fantastis, mengawali Kisah 1001 Malam Jilid 7 (dari malam 738 sampai 879) ini. Selanjutnya, disajikan hikayat yang membangkitkan renungan-renungan sufistik tentang sepasang sahabat, yang satu jahat seumur hidup (Abu Qair), satunya lagi baik seumur hidup (Abu Shair). Hikayat ini mendedahkan bahwa rupanya kebaikan yang tak terbatas mampu “membunuh” kejahatan yang tak terbatas. Diangkat pula hikayat perselingkuhan seorang istri Yahudi—suaminya juga Yahudi—dengan lelaki Nasrani. Hikayat ini membuka kedok tabiat buruk bangsa Yahudi yang terkenal dalam al-Qur’an, yakni demi keselamatan, kesenangan, dan keuntungan dirinya, mereka mampu melakukan apa saja, termasuk sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya sendiri. Terakhir, dibentangkan kisah tentang saudagar bersahaja asal Mesir, Tajuddin, yang putranya, Nuruddin, terperosok dalam gemerlap kehidupan kawula muda yang melanggar batas-batas agama dan tradisi. Padahal, mulanya ia seorang pemuda yang tak akan melakukan apa pun tanpa diperintahkan oleh Allah Swt. dan tanpa izin dari orang tuanya. Ia lantas dihukum oleh Tuhan dengan “dibuang” ke kota jauh Iskandariah. Tetapi, ini bukan akhir hidupnya, justru permulaan dari petualangannya. Hal-hal fantastis apakah yang akan ia hadapi? Jilid ini akan menjawabnya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813
Penerbit
Yogyakarta : : DIVA Press,., 2019
Deskripsi Fisik
532 ; 15,5 x 24 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-391-575-0
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
fiksi indonesia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01 Telepone (029)369256

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?