PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

NPP: 3371011L1000001

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kitab Kehidupan : Persilangan Agama, Politik, dan Kebudayaan di Indonesia / Bisri Effendy
Penanda Bagikan

Text

Kitab Kehidupan : Persilangan Agama, Politik, dan Kebudayaan di Indonesia / Bisri Effendy

Bisri ; Effendy - Nama Orang;

Bisri Effendy, seorang santri, jurnalis, peneliti LIPI, dan juga dianggap sebagai guru riset para aktivis NU kultural itu telah wafat pada 17 Agustus 2020. Namun, hasil kerja kerasnya selama hidup tetap abadi. Ia mendirikan Yayasan Desantara yang hingga kini masih dijalankan oleh sejawatnya dan mempublikasikan banyak hasil riset dan ide yang cemerlang, termasuk buku ini. Buku ini berbicara tentang persilangan agama, politik, dan kebudayaan, namun tilikannya yang tajam mengungkap hal-hal yang hampir tak tersentuh oleh penulis lain. Ia berbicara persoalan-persoalan yang dialami oleh agama lokal, tradisi rakyat, kebudayaan daerah dalam tekanan yang diberikan oleh otoritas tertinggi (perselingkungan antara pemerintah dengan agamawan) hingga coraknya yang khas kini menjadi hilang sama sekali.

Lelaki asal Jember itu termasuk berani. Ia, misalnya, mengungkap ‘derita’ yang dialami oleh agama lokal, seperti Bissu, Totalang, Parmalim, Samin, Tengger, Sunda Wiwitan, Wektu Telu, Bodhe, Kaharingan, dan lain semacamnya ketika proses Islamisasi dijalankan oleh para wali atau Kristenisasi yang diprakarsai oleh misionaris Barat. Dalam proses itu, para agamawan menggunakan mesin negara untuk menindas agama lokal. Puncaknya, pada era Orde Baru, pemerintah secara resmi membuat kategori agama resmi (agama negara) dan agama tak resmi (agama lokal). Jelas, agama resmi yang ‘menang’. Karena itu, tradisi, kebudayaan, dan kesenian lokal yang tidak sejalan dengan agama resmi dipaksa untuk ‘diselaraskan’. Sehingga, sekarang kita benar-benar tidak menemukan kebudayaan daerah dalam bentuknya yang asli, kecuali yang telah ‘distabilkan’ oleh negara (yang bekerja sama dengan agamawan atau ormas).


Ketersediaan
#
My Library (Rak Buku) (200) 200.2
00000008467
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
200.2
Penerbit
Yogyakarta : : IRCiSoD,., 2022
Deskripsi Fisik
230 ; 14 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-5348-41-4
Klasifikasi
200.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
novel islami
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01 Telepone (029)369256

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?