Text
125 Ilmuan Muslim Pengukir Sejarah
Hutang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan bangsa Arab bukan tergantung pada penemuan-penemuan teori yang revolusioner; ilmu pengetahuan berhutang sekali kepada kebudayaan Islam. Apa yang kita namakan ilmu yang berkembang di Eropa sebagai hasil jiwa baru dalam mengadakan pembahasan metode- metode baru tentang penyelidikan, observasi, pengukuran, tentang perkembangan ilmu pasti, tidak dikenal oleh bangsa Yunani. Jiwa dan metode-metode itu diperkenalkan kepada dunia Eropa oleh bangsa Arab. (Briffault)
Di zaman ini (abad Pertengahan), kaum muslimin menjelajah tiga benua untuk menuntut ilmu pengetahuan. Mereka kembali ke tanah air, ibarat lebah pulang ke sarang membawa sari madu. Kemudian mereka mengarang sejumlah besar kitab. Kitab itu merupakan Ensiklopedi yang sangat berjasa yang telah mengantarkan kepada kita ilmu-ilmu baru yang belum pernah ada. (Nicholson)
Bangsa Arab Muslim banyak mempersembahkan pengabdian yang mulia, hingga menempatkan pada penelitian cahaya dan teori-teorinya. Dalam ilmu ini, terlihat kepada kita kebesaran ciptaan Islam. Kalau tidak karena Islam, tidak akan ada ilmu segitiga seperti halnya yang kita lihat sekarang. (Marx Mirehove)
Sesungguhnya gerakan renaissance, kebangkitan Barat modern, tidak bisa dicatat dengan amanat atau dipahami dengan jelas, melainkan jika berkaitan erat dengan perpindahan warisan pikiran Islam melalui Turki dan Spanyol, melalui Sicilia dan pelabuhan-pelabuhan Laut Tengah. (Arnold Toynbee)
Hutang budi kita kepada ilmu Islam bukan saja dalam berbagai penemuan yang mengagumkan dalam berbagai teori yang diciptakan, tetapi juga berhutang budi padanya lebih banyak lagi, ia juga berhutang budi kepadanya atas keberadaan dirinya. (Brivolt)
Itulah sebagian dari pernyataan jujur para ilmuwan Barat terhadap Islam dan para ilmuwan besar yang pernah dilahirkannya. Tak terbantahkan bahwa peradaban Islam memang pernah menjadi mercusuar dunia, pada saat Eropa dirundung kegelapan pada Abad Pertengahan. Diakui atau tidak, peradaban Islam dan para ilmuwan besar Islam turut berperan dalam "menyulut" berkobarnya renaissance, yang menandai bangkitnya Eropa dari keterpurukan.
Semoga, apa yang disajikan buku ini mampu memberikan penyadaran kepada umat Islam bahwa "moyang" mereka pernah menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban umat manusia, sehingga akhirnya menggugah kembali spirit of revival umat Islam untuk mengejar ketertinggalan yang dialaminya dewasa ini.
Tidak tersedia versi lain