ttabel = 1,9996, maka Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan, rataan pemahaman konsep yang menerapkan model pembelajaran MMP dengan strategi QSH lebih baik dibandingkan yang di bimbing menggunakan model pembelajaran langsung. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran MMP dengan strategi QSH terhadap kemampuan pemahaman konsep mencapai ketuntasan secara klasikal sedangkan penerapan pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemahaman konsep belum mencapai ketuntasan klasikal. Selain itu, melalui model pembelajaran MMP dengan strategi QSH menghasilkan kemampuan pemahaman konsep matematika yang lebih baik daripada yang diajar melalui pembelajaran langsung." />
Text
Skripsi : Penerapan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan Strategi Question Student Have (QSH) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas XI
ABSTRAK
Nuraini, Yunita. 2024. "Penerapan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan Strategi Question Students Have (QSH) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas XI". Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar. Pembimbing I Syita Fatih Adna, S.Pd., M.Sc., Pembimbing II Moh. Rikza Muqtada, M.Pd.
Kata Kunci: Model MMP, Strategi QSH, Kemampuan Pemahaman Konsep
Kemampuan pemahaman konsep memiliki peranan utama dalam menggapai keberhasilan pembelajaran matematika. Kemampuan tersebut penting dimiliki oleh setiap individu yang mengenyam bangku pendidikan. Hasil tes awal kemampuan pemahaman konsep pada kelas XI MAN Kota Magelang menunjukkan bahwa kemampuan tersebut dikategorikan rendah. Hal ini dipengaruhi oleh kesulitan peserta didik dalam memahami konsep karena pembelajaran masih berpusat kepada pendidik. Oleh sebab itu, perlu adanya penerapan model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan pemahaman konsep. Salah satunya melalui penerapan model pembelajaran MMP dengan strategi QSH.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketuntasan klasikal kemampuan pemahaman konsep yang diajar melalui pembelajaran MMP strategi QSH dan menganalisis ketuntasan klasikal kemampuan pemahaman konsep yang diajar melalui pembelajaran langsung. Selain itu, juga untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep peserta didik melalui model pembelajaran MMP dengan strategi QSH yang dibandingkan dengan peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran langsung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis quasi experimental dengan the nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MAN Kota Magelang. Jumlah sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penganalisisan data akhir menggunakan uji proporsi (uji z) dan uji-t melalui uji independent sample t-test.
Hasil pengujian hipotesis kelas eksperimen memperoleh hasil bahwa Zhitung = -0,2109-Ztabel = -1,96, maka Ho diterima. Sementara itu, hasil pengujian hipotesis kelas kontrol memperoleh nilai Zhitung = -3,9197 < -Ztabel = -1,96, maka Ho ditolak. Oleh sebab itu, kelas yang mencapai ketuntasan klasikal yaitu kelas eksperimen yang dibimbing melalui pembelajaran MMP dengan strategi QSH. Selanjutnya, uji-t dengan asumsi varians homogen diperoleh hasil ujinya yaitu thitung = 2,6342 > ttabel = 1,9996, maka Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan, rataan pemahaman konsep yang menerapkan
model pembelajaran MMP dengan strategi QSH lebih baik dibandingkan yang di bimbing menggunakan model pembelajaran langsung.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran MMP dengan strategi QSH terhadap kemampuan pemahaman konsep mencapai ketuntasan secara klasikal sedangkan penerapan pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemahaman konsep belum mencapai ketuntasan klasikal. Selain itu, melalui model pembelajaran MMP dengan strategi QSH menghasilkan kemampuan pemahaman konsep matematika yang lebih baik daripada yang diajar melalui pembelajaran langsung.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain