Kumpulan cerpen dan puisi tahun 1942 sampai 1948 karya Chairil Anwar, Nugroho, M.A. Djoehana, Idrus, Samiati Alisjahbana, M. Balfas, M. D. Asien, Darius Marpaung, Asrul Sani, Harijadi S. Hartowardojo, Siti Nuraini, Toto Sudarto Bachtiar.
Esai-esai dalam buku ini—yang semuanya ditulis atas permintaan berbagai pihak—lebih merupakan testimoni subjektif saya dalam rangka belajar, memetik inspirasi, dan “mencuri ide” dari karya penulis lain, baik karya yang berhasil maupun yang belum berhasil. Bukan hanya belajar tentang bagaimana memikirkan dan mengerjakan kata-kata, melainkan pula tentang bagaimana mengilah berbagai pro…
Puisi termasuk intisari dari kultur Bangsa Arab. Dalam buku ini, Adonis, salah satu penyair terkemuka di dunia, menafsirkan kembali warisan yang kaya dan kuno itu. Dia meneliti tradisi lisan puisi Arab pra-Islam, serta hubungan antara puisi Arab dan Alquran, lebih luas lagi, antara puisi dan pemikiran. Dia juga menilai tantangan modernisme dan dampak budaya Barat pada tradisi perpuisian Arab. …
Buku “Bukan Buku Agama Bukan Resep Masakan” memuat kumpulan tulisan dan puisi karya Kang Maman. Tema yang diangkat dalam setiap karya pun beragam. Dilengkapi dengan sejumlah sketsa yang menambah cita rasa buku setebal 288 halaman ini. Sinopsis Buku Mendatangi lokasi kejadian, di perkampungan yang padat, mengusik pikiranku, betapa “senyapnya” kejadian sehingga tidak seorang pun men…
Kau adalah masa silamku yang tercecer Pada serpihan kertas. Aku masih membacamu Meski pandanganku mulai samar-samar. Kau adalah masa silamku yang tersisa. Pada gulungan kaset. Aku masih mendengarmu Meski telingaku hanya menangkap kebisuan Kau adalah masa silamku yang teronggok Pada keranjang sampah. Aku masih memilahmu Meski tanganku sulit membedakan terang dan gelap Kau adalah m…
Buku ini adalah semacam dapur kecil Jokpin. Di dalamnya dia menghidangkan pelbagai resep, bumbu, dan peralatan memasak untuk sajak-sajaknya. Kita akan menemukan aroma, asam manis pahit pedas kata di balik penciptaan sajak-sajak Jokpin yang sebagiannya sudah sangat populer seperti Celana, Kamar Mandi, dll. Tak hanya itu: Jokpin juga menyingkap sejumlah kiat yang amat berguna bagi yang ingin mena…
Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. Menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. Melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Tegal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. * Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah apa saya sudah tiba pada niat baik atau terlampau…
penghulu kampung takkan membawa sesaji tanda sepakat menyanjung ruh jembalang laut menghujat Hang dan laut sekadar penepi pecahan sekutu ombak tak setia di musim maut penyebab lambung sekampung borok berkarat tak patut disanjung, sebab menggiring hanya sekerat berkat dapat dijerat di muara ramai pengerat * Sejak tahun 1984, saat saya masih SMP, saya sudah mencoba menulis puisi. Saat it…
Apalah arti kembang api di tengah mandi cahaya Apalah arti cintaku yang besar bagimu Bila seluruh zat mencintaimu Aku menjalankan peta nasibku Kau rupanya yang menentukan tujuan Aku menguasai ilmu pengetahuan, peta dunia dan buku-buku Tapi kau lebih paham segalanya Akulah pembuka lahan di daratan kering, Memangkas rumput dan membakar ranting Dan menjadi pemilik atas wilayah temua…
Beasiswa unggulan dari Kemendikbud RI dan fasilitas teknis dari Komite Buku Nasional (KBN) menjadi ihwal, sehingga residensi penulis dua bulan di Belanda (Juli dan Agustus 2017) adalah berkah bagi saya. Di Negeri Kincir Angin itu saya tak semata melakukan riset dan napak tilas jejak Raden Saleh—sebagai peranti untuk menyelesaikan sebuah novel berlatar sejarah yang saya tulis bersama Iksaka Ba…