Mulbul, seorang lelaki yang kurang akal, tinggal bersama dua kakaknya di desa Cikuya. Sebagaimana umumnya warga desa yang berjibaku dengan kemiskinan, Mulbul bukanlah sebuah pengecualian. Ia telah menderita sejak hari pertama dilahirkan, dan terus menghadapi penderitaan yang diwariskan secara turun-temurun. Hari-harinya adalah kepasrahan atas takdir yang telah digariskan untuknya. Segala hal…
"The children of war' is history. We are now 'the children of peace! No more words of reproach are uttered, 'winning' or 'losing' being no longer in our collective vocabulary. We have made a pledge not to make new conflicts. It is a pledge, not a slogan. The Children of WAR For decades in post-independent Indonesia, various conflicts caused by opposing ideologies have left deep wounds in the…
Hadiah Alam merupakan cerita anak-anak yang berasal dari sebuah tempat, di daerah Tapanuli. Suatu daerah yang sudah terkenal akan keindahan alamnya, dengan tanah yang subur, sebagaimana umumnya di Indonesia. Dalam cerita ini juga disinggung adat istiadat dan kebiasaan penduduk etempat.(Balai Pustaka)Hadiah Alam merupakan cerita anak-anak yang berasal dari sebuah tempat, di daerah Tapanuli. Sua…
Pernahkah adik-adik mendengar cerita tentanf india? india merupakan dataran yang luas sekali. karena luasnya itu, india disebut sebagai anak benua subcontinent. adik-adik akan diajak bertamasya oleh nina- tokoh dalam buku ini- untuk menyaksikan keindahan india, seperti bangunan-bangunan indah yang megah di india, jenis kendaraan khas india, pakaian khas india, dan hewan khas india. mulailah…
Niat yang benar akan mengubah amal menjadi ibadah, ucapan yang baik menjadi sedekah, tersenyum dengan baik menjadi sedekah, membuang duri dari jalan menjadi sedekah, bersalaman dengan guru menjadi ibadah. Sedangakan niat yang jelek dapat mengubah ibadah menjadi perbuatan yang batil dan tidak ada nilainya. Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengayaan wawasan keagamaan anak d…
Rumah, sebagai basis pandidikan bagi anak, sudah hampir terlupakan oleh kebanyakan keluarga. Rumah tak lagi mampu menyediakan nilai-nilai positif yang dibutuhkan untuk diteladani anak dalam perkembangan kepribadiannya. Juga tak lagi mampu menorehkan pelajaran positif dalam keseharian anak. Dan tak lagi bisa menjadi tempat bertanya, bereksperimen, ataupun berdiskusi menimba pengetahuan bagi anak…
"Kau bukan Pukat si anak yang pintar..........kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius." Berkisah tentang keluarga Bapak Syahdan dan Mamak Nur dengan empat anaknya yang hebat: Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Kisah masing-masing anak diceritakan sendiri-sendiri oleh Tere Liye. Kali ini Pukat, sebagai anak kedua, sembilan tahun, si anak pintar yang paling dijagokan bisa menjawab sem…