Okky Asokawati From Fashion to Politics OKKY dibesarkan hanya oleh ibu, tanpa bapak (yang jadi tahanan politik). Sejak kecil, ia merasa bahwa untuk bisa dihargai, seseorang harus berprestasi. Maka, satu demi satu prestasi diraihnya, mulai dari menjadi salah satu pemenang Puteri Remaja Indonesia di tahun 1978, menjadi model top di panggung peragaan busana maupun di depan kamera (1980-1995), hi…
The Sofjan Wanandi and the Seven Presidents: My Love for My Country book tells the story of the life of Sofjan Wanandi, who initally became known as a student activist in 1966, and who later earned a reputation as a respected, large-scale businessman. Sofjan has known and been known by all seven presidents of the Republic of Indonesia, from Sukarno to Jokowi, with only the Habibie era bringing …
Buku ini adalah menjadi bagian dari kesaksian : kesaksian seorang anak bangsa atas realitas di negerinya. Dalam kesaksian ini, penulis menuturkan banyak hal : dari masalah agama, budaya, ekonomi, hingga politik. Dan, ia berharap bahwa kesaksian itu dapat membangkitkan bangsa yang sedang mati suri agar segera siuman
Ia seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas. Tanpa lelah, ia memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan dan organisasi yang didirikan-nya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya. Seminggu sekali menulis kolom “Catatan Pinggir” di Majalah Tempo. Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita …
Salah satu perbedaan mencolok antara Orde Baru dan Orde Reformasi terletak pada cara penggunaan bahasa dalam kehidupan politik. Zaman Orde Baru adalah zaman yang eufemistis, amat berbeda dengan jargon-jargon bertenaga dan sering kasar dari Orde Lama maupun Orde Reformasi. Pada masa Orde Baru, orang kadang-kadang melakukan “unjuk rasa”, pada masa sekarang buruh berani “berdemonstrasi” de…
Buku Ilmu Sosial : Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya, termasuk dalam hal berinteraksi satu sama lain SINOPSIS BUKU: “Yaaah, énté Kab, kalow soal Kopid nyang bisé bikin mati ajé solidaritas secuil, pegimané amé ekonomi nyang cumak bikin miskin?” “Saking miskinnya terus mati jugak nantinya kan?” “Iyalah, miskin dulu ba…
Selama tiga dekade akhir masa hidupnya, Nizar Qabbani begitu intens menulis sajak-sajak politik. Pada periode ini, sajak-sajaknya berhasil mencetak dirinya menjadi “politisi” dalam arti yang lain. Sebagai pribadi yang independen, ia memang tak memiliki afiliasi ke partai politik mana pun. Namun, sebagai seorang “politisi dalam puisi”, ia selalu hadir sebagai oposisi. Lawan-lawan politik…