Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. Menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. Melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Tegal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. * Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah apa saya sudah tiba pada niat baik atau terlampau…
penghulu kampung takkan membawa sesaji tanda sepakat menyanjung ruh jembalang laut menghujat Hang dan laut sekadar penepi pecahan sekutu ombak tak setia di musim maut penyebab lambung sekampung borok berkarat tak patut disanjung, sebab menggiring hanya sekerat berkat dapat dijerat di muara ramai pengerat * Sejak tahun 1984, saat saya masih SMP, saya sudah mencoba menulis puisi. Saat it…
Apalah arti kembang api di tengah mandi cahaya Apalah arti cintaku yang besar bagimu Bila seluruh zat mencintaimu Aku menjalankan peta nasibku Kau rupanya yang menentukan tujuan Aku menguasai ilmu pengetahuan, peta dunia dan buku-buku Tapi kau lebih paham segalanya Akulah pembuka lahan di daratan kering, Memangkas rumput dan membakar ranting Dan menjadi pemilik atas wilayah temua…
Beasiswa unggulan dari Kemendikbud RI dan fasilitas teknis dari Komite Buku Nasional (KBN) menjadi ihwal, sehingga residensi penulis dua bulan di Belanda (Juli dan Agustus 2017) adalah berkah bagi saya. Di Negeri Kincir Angin itu saya tak semata melakukan riset dan napak tilas jejak Raden Saleh—sebagai peranti untuk menyelesaikan sebuah novel berlatar sejarah yang saya tulis bersama Iksaka Ba…
Di suatu bagian dalam Les Mots, Sartre menulis. 'Meski tak terlihat di kegelapan, buku tetap berkilaù demi dirinya sendiri. Di kemudian hari, akan kuberikan kepada karya-karyaku nada keras setajam sorotan cahaya itu, dan lebih nanti di kemudian hari, di tengah-tengah puing-puing perpustakaan, karya itu akan lebih lestari daripada manusia sendiri;' Nukilan dari Sartre agaknya sedikit banyak men…
Dalam buku puisi ini, Triyanto telah memutuskan untuk menjadi dalang. Dari mana sang dalang ini mendapatkan repertoire-nya? Mungkin tidak perlu kita mengusut asal-muasal kisah-kisah yang disampaikannya, yang sebagian besar berkaitan dengan judul buku, Pertempuran Rahasia. Dalam kehidupan orang Jawa, pertempuran yang paling dahsyat memang ditemukan dalam salah satu bagian Mahabharata, yang mengi…
Pada suatu malam yang nyamnyam, kau menemukan sepotong hati yang lezat dalam sebungkus nasi kucing. Kau mengira itu hati ibumu atau hati kekasihmu. Namun, bisa saja itu hati orang yang pernah kausakiti atau menyakitimu. Angkringan adalah nama sebuah sunyi, tempat kau melerai hati, lebih-lebih saat hatimu disakiti sepi.
siapakah yang berjalan sendirian. bayang-bayang. menyusur ribuan kenang. Aku mengingatmu. ketika angin sasap. senyap. lindap dan tuhan hilang di ujung ratap. * Puisi adalah peristiwa hari ini. Saya menulis segala yang saya lihat dan rasakan, baik secara lahir maupun batin. Bukan sekadar kata-kata yang dirangkai sedemikan rupa agar menjadi indah. Puisi bagi saya adalah esensi. ~ Robi Akbar
Faruq Juwaidah adalah penyair modern ternama berkebangsaan Mesir, kelahiran 10 Februari 1945. Ia berkarier sebagai jurnalis di salah satu surat kabar tertua Mesir, Al-Ahram, dan telah menerbitkan 20-an buku dalam berbagai genre, mulai puisi, prosa-lirik, drama, serta kritik wacana kontemporer, baik dalam bidang ekonomi, budaya, maupun politik. Sebagai penyair, ia terkenal dengan sajak-sajak cin…
Di toko buku, sering kali buku puisi menjelma makhluk “antara ada dan tiada”. Di hadapan buku puisi, orang-orang lalu lalang, namun tidak memandang ke arahnya. Di lain waktu, sepasang remaja perempuan membongkar rak buku itu dan mencari buku puisi romantis. Seorang di antaranya menyarankan untuk tidak memaksakan diri mencari buku tersebut. “Cari saja di google!” katanya seraya berlalu. …