Dengan memahami sejarah,kita menjadi memiliki alternative untuk memahami gejala actual, sekaligus alternative untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual. Apa yang ditulis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini—mengenai radikalisasi petani di tahun 1960-an, dunia priyayi di awal abad kedua pulu, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah …
Presiden Sukarno, sang Ploklamator, mungkin sangat mencintai kekuasaan, tetapi bukanlah kekuasaan yang bisa meremukkan keutuhan Negara dan persatuan bangsa. Di saat kemungkinan itu dirasanya mengancam, ia pun menahan kepedihan betapa sistem politik dengan ideologi serba revolusioner yang dipeliharanya jatuh berantakan. Berbagai corak kontradiksi fundamental yang diperkenalkannya telah mengundan…
Bibliografi : halaman 181-184 ; Ada 14 peperangan yang dikupas dalam buku ini. Seluruhnya adalah perang-perang yang tercatat paling berpengaruh di dunia. Tidak hanya mewarnai sejarah, tapi juga mengubah tatanan dunia hingga peradaban menusia.
Seorang teoretikus sejarah terkemuka dengan lantang berkata bahwa "sejarah adalah ilmu untuk mendapatkan kebenaran", padahal sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, sejarah tidak bisa berpretensi sebagai disiplin keilmuan yang bisa menentukan ketentuan yang umum berlaku dan tidak pula bisa berniat untuk memperlihatkan kenyataan yang sesungguhnya, karena yang ingin ditemukan ialah rekonstruksi "…
Gerakan perlawanan kelompok Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) di Sri Lanka merupakan gerakan perlawanan bersenjata terlama yang pernah terjadi di sebuah negara pasca-Perang Dunia II. Sejak tahun 1976, di bawah pimpinan Velupillai Prabhakaran, Macan Tamil terus mengobarkan pemberontakan terhadap rezim suku Sinhala yang berkuasa di negara Asia Selatan itu. Banyak orang berdecak kagum sekali…
Zaman Peralihan berisi kumpulan tulisan-tulisan Soe Hok Gie tentang kondisi Indonesia di era peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto. Tulisan-tulisan tersebut merupakan tulisan Soe Hok Gie yang biasa dijumpai di media massa terbitan tahun 60-an, seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya.