Buku kumpulan puisi berjudul “Jalan Keempat” ini merupakan buku yang menghimpun puisi-puisi saya yang bertahun cipta antara tahun 2007 hingga 2015. Puisi-puisi yang ditulis selama rentang waktu delapan tahun ini memiliki beragam tema. Didalamnya dimuat 40 puisi. Saya mempersiapkan naskah ini pada bulan Agustus, 2015 untuk diikutkan dalam Sayembara Manuskrip Buku Puisi yang diselenggarakan o…
Dengan kadar surealisme yang pekat, puisi-puisi Kiki masih juga bisa menempuh sikap ilmiah atau kuasi-ilmiah, yakni dengan menyerap fenomena sains yang keras dan mengolahnya menjadi peristiwa puitik yang merangsang imajinasi pembaca." −Zen Hae, kritikus sastra (Tempo, 14-20 Januari 2019)
Himpunan puisi Megatruh Nagari Kaler ini adalah paguyuban puisi dari seluruh imaji, referensi, dan hamparan pengalaman yang saya lalui. Menulis puisi tak ubahnya mendayuh dari satu pulau ke pulau lain. Ketika mengayuh itu, angin kencang, perahu oleng, dan rasa khawatir kerap datang. Tetapi, ketika saya tiba di suatu pulau, saya menemukan, melihat, dan merasakan sesuatu yang unik dan layak untuk…
Tahta Sungkawa merupakan kumpulan puisi terbaru Binhad Nurrohmat. Ditulis ketika pandemi tengah berlangsung. Masa ketika bermiliar rasa khawatir dan ledakan statistik kematian bagaikan perayaan besar yang gaduh dan muram terjadi setiap hari dan yang tak mustahil menginfeksi kehidupan manusia. Menurutnya, hidup di masa pandemi membuatnya merasa menjadi makhluk berdarah dingin: asyik dengan kata …
Dan cinta kita bersembunyi di ujung bahasa yang tak dilanjutkan Goenawan menulis puisi (terakhir Tigris), karya lakon (terakhir Amangkurat, dipentaskan di Jakarta dan Kuala Lumpur), novel (Surti dan Tiga Sawunggaling), dan sampai hari ini menulis tiap pekan Catatan Pinggir di Majalah Tempo, esai-esai pemikiran yang di tahun 2017 dikumpulkan sampai 12 jilid. Orfeus, sebuah sajaknya dit…
hari ini, manisku, ingin aku hayati cinta yang menuntunku kepadamu sejak lama; mengajariku cara bangun dari patah hati, dan berdiri di atas rindu-dendamku sendiri. kurasa kaulah takdir bagi peluk-ciumku dan, kurasa, nasib bagi lengking-sepiku. hari ini, manisku, ingin aku hayati setiap hirup-embus napasku, dan napasmu, yang nyanyi riang di depan saksi dan penghulu: dengan seperangkat cint…
Mengapa harus puisi, Mathar? Apakah kau bertanya padaku? Mengapa bulan harus muncul? Mengapa hujan harus turun? Mengapa kau bertanya padaku? Mengapa takdir itu turun? Aku adalah tumbuhan alami Burung yang bebas Semilir angin yang sejuk Tempat berpulang Dan air matanya bergulir Buku Percakapan Di Pintu Pengasingan adalah buku kumpulan puisi karya Ahmad Mathar kelahiran Irak tahu…
Buku yang berjudul Mimpi dan Kelam Jiwa ini merupakan sebuah karya sastra puisi yang ditulis oleh Georg Trakl. Buku ini berisi kumpulan sajak-sajak gamang, murung, kelam, sekaligus indah. Sajaknya bersuara lantang menantang, namun juga sedikit membisiki kerapuhannya sendiri. Mungkin karena sebab kehidupan masa lalu Trakl yang tragis. Runut dijelaskan bagian penting dari perjalanan kepenyairanny…
selepas hujan deras jalan tempat kita melepas perahu kertas kini telah beton, dan parit-parit digali air berlari seperti pencuri—membawa jejak kerbau dan kambing-kambing * Romzul Falah, seorang penyair muda dari Madura, menyajikan kegelisahan-kegelisahan aktivisme lingkungan ke dalam bentuk puisi. Dia menuturkan tarikan kuat masa lalu, asingnya bentuk-bentuk modern dalam kehidupan, da…
Lelaki itu tak tahu Untuk tiba pada sebuah ciuman Tak perlu menyalakan gairah Di antara belahan dadaku Sebab bibir yang kadung gemetar Tabiatnya memang menjalar Seperti semak belukar garing Yang fasih mencipta percik api Sebab cinta kadung basah Dihujani dusta yang gagah Dan benar kiranya jika diriku Telah takluk sebelum ada peluk Lelaki itu tak tahu Ciuman adalah lorong gela…