Dalam esai-esai yang dikumpulkan dalam Kehendak Radikal, Susan Sontag memperluas penyelidikannya yang dimulai dalam buku Against Interpretation. Koleksi ini menampilkan esai tentang seni, sastra, film, dan politik yang diyakini sebagai salah satu contoh terbaik dari pemikiran kritis modern. Keselamatan—artistik dan moralistik—adalah apa yang Sontag bahas secara kompleks sekaligus berani …
Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia. Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sam…
Mudah mengagumi, mudah menjatuhkan. Cepat mencintai dan dengan segera membenci. Viral secara instan, lalu menghilang dengan tiba-tiba. Entah mengapa, menebak isi hati manusia belakangan ini begitu sulit. Padahal, orang-orang dengan gegap gempita membagikan cerita kesehariannya pada ruang-ruang publik. Semua yang kita kira transparan dan nyata, bisa jadi semu belaka. Begitu sebaliknya. Keputusas…
Pada mulanya adalah kata dan selebihnya adalah problem. Dalam artian, benar jika kaum filsuf mengatakan bahwa manusia dikuasai oleh kata-kata. Namun, pada saat yang sama, pengalaman manusia bersama kata-kata menyisakan problem. Problem itu, salah satunya, sebagaimana ditunjukkan oleh Achmad San dalam buku ini, adalah tidak memadainya bentuk-bentuk majas yang kita kenal di bangku sekolah. Misaln…
Bagaimana Si Miskin Mati adalah kumpulan esai karya George Orwell yang berisi tentang hal-hal yang mempengaruhi dan mendefinisikannya sebagai seorang penulis. Dalam Hukuman Gantung, Menembak Seekor Gajah, dan Marrakesh, misalnya, tercerminkan sikap anti-imperialismenya yang kuat, yang terpicu oleh pekerjaannya sebagai seorang polisi imperial Inggris—sebuah pekerjaan yang membuat hidupnya m…