“Jadilah!” pungkas Dewata. * Dewata memberi tanda balo pada kulit mereka, agar mereka bisa merenungi kesalahan masa lalu. Leluhur mereka yang diutusNya, memercayai roh yang Ia ciptakan sebagai tipuan. Hal itu sengaja Ia lakukan untuk menguji mental dan kesetiaan mereka. Dewata kecewa, sebab Ia menghendaki terciptanya semesta, agar mereka menggunakan akal dan tak berpaling. Dewata ju…
Puisi-puisi dalam Jari Tengah ini terbangun karena teks, visual, dan audiovisual yang meminjam dua kategori pengalaman. Pertama, pengalaman di luar diri penyair, dalam hal ini orang-orang. Saya ingin menyebut khusus pengalaman itu berasal dari Kakek dan Nenek saya, yang mana di kampung, mereka cukup dikenal sebagai dukun dan pabarzanji. Kedua, pengalaman saya pribadi membaca, mendengar, dan mel…