Aris, dalam buku kumpulan ceritanya ini, berusaha menjadi pendongeng yang menyenangkan bagi dirinya sendiri. Terlihat jelas bahwa dia menempatkan pembaca sebagai orang ketiga dan kelincahannya dalam menyusun narasi dan dialog lahir dari diskusinya dengan diri sendiri. Di saat yang sama, kelugasan bahasanya memberi corak anak pesisir yang lantang dan berisik. Pembaca tidak akan menemukan ketenan…