Pakk! Tangan kasarnya berhasil mendarat di pipiku. Perih. "Kapan sikap pembangkangmu itu bisa berubah?" "Sampai Bapak juga bisa melunak terhadapku," jawabku. Pukulan kedua mendarat di perutku. Marolop kecil tidak mengerti, mengapa baju Natalnya berbeda dengan milik kakak-kakaknya. Ia tidak mengerti, mengapa bapaknya tidak pernah mengajak bercanda ria. Ia tidak mengerti, mengapa haru…