Sering kenangan datang tak bilang bilang. Misalnya saat duduk di meja makan. kau tak di gugah rasa lapar, tapi justru di banjiri ingatan. “Lohita, Ayah tahu, kamu mencintai buku – buku seperti ayah mencintai besi-besi” Begitulah kalimat pembuka surat itu. Lohita Sasi tidak pernah menyangka kalau kepergian ayahnya meninggalkan wasiat yang sulit di laksanakan. Sebagai seorang pandai besi…