Harapan Sulastri hilang. Hatinya pedih menerima kenyataan bahwa naskah yang ditulisnya ditolak oleh Balai Pustaka. Rasa malu, marah, dan sedih bergemuruh di dalam hatinya. Dalam kekalahannya ia berbisik di atas kertas yang kosong, "inspirasi, datanglah kemari. Tidak, tidak, kehidupanku sendiri harus menjadi inspirasiku. Aku hanya mengenangkan, aku harus mengenangkannya." Dengan segera kenangan-…